Feeds:
Posts
Comments

Ketemu seseorang lalu jadi suka… itu manusiawi.
Mencintai dan menyayangi orang yang disuka… itu manusiawi.

Tapi gimana kalau kondisi dan situasi lingkungan nggak memungkinkan…
bahkan yg lebih buruk: nggak mengizinkan rasa itu untuk tumbuh?

Sakit.

Tapi apa mau dikata. Kadang mengorbankan diri sendiri itu harus demi kebaikan semua pihak, termasuk membunuh perasaan yang sedang tumbuh subur.

*melankoliskeparatmodeON*

T&J

Sedang asyik blogwalking, saya menemukan kuesioner ini:

1. Sebagai penulis, kalau kamu hanya bisa digolongkan pada satu genre saja, genre apakah itu?
~ petualangan/adventure

2. Tapi sebenarnya kamu lebih suka menyebut dirimu sebagai penulis dengan genre:
~ penemuan jati diri. saya lebih suka membuat cerita tentang proses bagaimana seseorang berubah menjadi lebih baik dengan introspeksi diri melalui segala permasalahan hidupnya. hidup adalah proses, proses butuh masalah, jadi hidup butuh masalah [premis yg aneh ^^].

3. Lebih suka menulis apa: novel, cerpen, puisi atau nonfiksi?
~ antara novel dan cerpen. tergantung cerita dan mood.

4. Mana yang lebih kamu sukai (dalam menulis): buku berseri tipis-tipis atau novel setebal 700 halaman?
~ buku tipis 300 halaman? ^^ tergantung cerita dan mood.

5. Lebih suka ikut lomba atau mengirim karya langsung ke penerbit?
~ langsung ke penerbit. gajinya lebih gede daripada buat lomba.

6. Mana yang lebih baik: menjadi penulis dengan one hit wonder yang setelah itu langsung menghilang, atau penulis yang ketenarannya biasa-biasa saja tapi menghasilkan banyak buku?
~ yang kedua. siapa tahu dari sekian banyak buku ada yang jadi hit/best-seller.

7. Kalau kamu bisa menyerap kemampuan penulis lain, kemampuan siapa yang bakal kamu serap?
~ JK Rowling dan Pramoedya Ananta Toer.

8. Di antara semua buku yang ada, buku apa yang kamu harap kamu yang menulisnya?
~ Harry Potter.

9. Mana yang lebih menakutkan: kehabisan ide atau naskah ditolak penerbit?
~ kehabisan ide. kebangkrutan paling buruk bagi penulis.

10. Mana yang lebih menarik bagimu: jadi penulis best-seller atau penulis pemenang nobel?
~ best-seller. (otomatis) terkenal dan banyak uang. *Paman Gober mode on*

11. Apa penghargaan tertinggi yang bisa diberikan dunia kepadamu sebagai seorang penulis?
~ memBELI (hahaha) dan memberikan tanggapan terhadap karya saya walaupun sekedar ucapan selamat. penulis baru eksis kalau ada pembacanya.

12. Di mana tempat kamu menemukan ide terbaikmu?
~ tempat tidur.

13. Kapan waktu terbaikmu untuk menulis?
~ ketika rumah dalam keadaan kosong dan hanya ada saya sendiri.

14. Apa saja ’senjata’ waktu menulis?
~ di tempat tidur dengan sebuah alat tulis [spidol/pensil/bolpen/pena] dan selembar kertas, kemudian langsung dipindahkan (diketik) di komputer. sisanya dilanjutkan di komputer hingga naskahnya jadi.

*sekedarpengisiblogyangbelumsempatdiupgradejadiversi1.0*

Walaupun hari ini acara kuliah gagal karena keretanya telat, di stasiun Cikini saya bertemu dengan teman lama. Namanya Puput, Administrasi Niaga ‘04 yang tengah magang sambil beresin skripsi di semester ini, kebetulan beliau juga merupakan teman semasa SMP walaupun nggak pernah satu kelas. Teman saya yang satu ini pernah magang sebagai pembaca naskah di GagasMedia, sehingga tahu saya pernah menerbitkan novel di Gagas.

Kami ngobrol ngalor-ngidul sambil melepas rindu *halah* lalu beliau bertanya:
“Novel lu gimana? Jadi yang cerita tentang satpam?”
“Euh..?”
Jeda sedetik sebelum saya membalas, “Belom, belom… skripsi aja dulu lah…”
ya ya ya… saya tahu ini cuma ALESYANNNN

Mendadak saya jadi teringat beberapa cerita yang pernah saya pikirkan tapi urung saya tulis mengingat temanya yang terlalu gila unik untuk diterima golongan waras alias normal. Tapi yah… apa salahnya ditulis ya? Toh ikut menambah jejalan buku-buku di toko buku mencerdaskan kehidupan bangsa adalah kewajiban saya sebagai warga negara yang baik. ;)

Cerita tentang satpam?
Penasaran?
It’s TOP SECRET! :P

« Newer Posts - Older Posts »